Pacitan Siaga
Pacitan Banjir, Tiga Tewas
Sungai Grindulu Meluap
PACITAN - Bencana banjir dan tanah longsor juga menerjang wilayah Pacitan. Tiga orang tewas dan sejumlah infrastruktur di kampung halaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, rusak berat. Ditaksir, kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor ini jumlahnya miliaran rupiah.
Banjir kali ini akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pacitan mulai Kamis malam. Saking derasnya, arus air sungai Grindulu meluap hingga memacetkan jalur utama Pacitan-Ponorogo selama beberapa jam. Bahkan, air juga menenggelamkan ratusan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.
Jalur Pacitan-Ponorogo, yang tenggelam terletak di Dusun Pajaran, Desa Pagotan dan Desa Arjosari. Air luapan sungai Grindulu menutup badan jalan dengan ketinggian sekitar satu meter. Sehingga, menghambat arus lalu lintas.
Selain itu, banjir juga merendam lokasi pembangunan pabrik tambang PT. GLI di Desa Pagotan. Di jalur Pacitan-Tulakan, tepatnya di Desa Mentoro, juga terjadi kemacetan arus lalu lintas akibat arus Sungai Grindulu yang meluap.
Sementara, kejadian tragis tanah longsor di Dusun Krajan, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, menyebabkan tiga orang tewas. Ketiga korban tersebut adalah Tukimin, 50, Sodiyem, 45 dan Bambang, 5 tahun.
Menurut keterangan beberapa orang saksi, tanah longsor terjadi sekira pukul 03.00 dini hari. Ketika itu, terdengar suara gemuruh dari lereng bukit. Tetapi, lantaran suasana masih gelap, warga takut ke luar rumah. Ternyata, longsoran tersebut menimbun rumah Tukimin, yang saat itu tengah tertidur pulas.
Tak pelak lagi, Tukimin, beserta iststri dan seorang cucunya menjadi korban. Sedangkan Katmiyatin dan anaknya selamat, setelah lari ke luar rumah.
Wakil Bupati Pacitan (Wabup) H.G. Sudibyo, menyatakan, akibat banjir bandang beberapa infrastruktur dan area pertanian mengalami kerusakan. "Saat ini, kami masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan-kerusakan akibat banjir bandang," katanya usai mengunjungi lokasi banjir.
Di Kecamatan Arjosari, misalnya, berbagai infrastruktur seperti jalan dan jembatan Gunungsari rusak sepanjang 25 meter. Di Desa Jati Malang, badan jalan longsor sepanjang 50 meter. Di Desa Sirnoboyo, jalan rusak sepanjang 800 meter. Di Gondosari, Kecamatan Punung, ada dam penahan mengalami kerusakan. "Itu masih data sementara," imbuh Sudibyo yang juga Ketua Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Pemkab Pacitan ini.
Lebih lanjut, Sudibyo mengungkapkan, saat ini, memang ada beberapa titik rawan lonsor di tebing-tebing kritis, baik yang ada di kota maupun wilayah kecamatan. Dan keberadaannya sangat berpotensi menimbulkan bencana. Sehingga segera perlu segera dilakukan rehabilitasi.
Mengenai antisipasi banjir susulan, Sudibyo mengungkapkan pemkab sudah mempersiapkannya. Mulai dari tenda-tenda, dapur umum, bahan makanan sampai koordiansi dengan pemerintah desa setempat, melalui satgas yang sudah terbentuk. Kendati begitu, masyarakat, khususnya yang berada pada titik rawan lonsor dan banjir, juga perlu meningkatkan kewaspadaan. "Kita berharap jangan sampai ada korban jiwa lagi," tandasnya.
Mengenai anggaran, pemkab juga sudah mempersiapkannya. Kalau nanti dengan anggaran APBD 2007 dirasa kurang, akan diusahakan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD. Tidak itu saja, upaya bantuan akibat bencana juga akan diupayakan ke Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat.
(wit)
/10 rang Google
