Community of Kodya Madiun :: Kabeh

Community of Kodya Madiun

26 March 2007

Terimakasih Pak Polisi

Mlebu Neng: Kabeh
Minggu, 25 Mar 2007
Mobil SIM di THR Kota

BAGI masyarakat di Kota Madiun yang masa berlakunya surat izin mengemudi (SIM) sudah habis, kini tak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan SIM baru. Mulai kemarin dan Senin mendatang, di wilayah Kota Madiun akan ada mobil pelayanan SIM keliling.

Pelayanan cepat bagi perpanjangan SIM ini akan dipusatkan di taman hiburan rakyat (THR) Jl Slamet Riyadi. "Khusus wilayah Polwil Madiun memang sudah ada mobil SIM keliling yang secara khusus melayani perpanjangan," terang Kasatlantas AKP Sulchan, kepada koran ini, kemarin.

Mobil SIM keliling ini akan siaga di THR mulai pukul 08.00 hingga 14.00. Untuk pemegang SIM yang sudah habis masa berlakunya, bisa datang langsung tanpa ujian praktik. "Tapi tetap ada tes kesehatan dan persyaratan administrasi lain," terang perwira asal Jombang itu.

Untuk biaya, Kasatlantas mengatakan, perpanjangan SIM hanya membutuhkan dana Rp 60 ribu. "Sekitar lima belas menit sudah selesai. Dan keberadaan mobil SIM keliling ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," tutur Sulchan.

Menurut dia, melihat kondisi geografis yang dekat sebenarnya Kota Madiun tidak perlu mobil SIM keliling. Namun, keberadaannya, ini semata untuk sosialisasi program agar masyarakat sadar akan tertib lalu lintas.

"Beda dengan Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan dan Ngawi yang memiliki daerah cukup luas. Kan, kalau di kota hanya sekitar tiga kilometer untuk sampai ke pelayanan SIM Polresta. Tapi, semua kan butuh sosialisasi agar masyarakat mengenalinya," paparnya. (rip)

 
Radar Madiun 

22 March 2007

Madiun Siaga

Mlebu Neng: Kabeh
Kamis, 22 Mar 2007
Madiun "Ditenggelamkan" Banjir

MADIUN - Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari membuat beberapa wilayah di empat daerah "tenggelam". Kawasan yang diterjang banjir itu berada di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan dan Ngawi.

Akibatnya, ratusan rumah, serta ribuan hektare sawah terendam air bah. Kerugian akibat banjir kali ini belum bisa dihitung, lantaran air masih menggenang hingga petang kemarin. Namun, diperkirakan, nominalnya mencapai ratusan juta.

Di Kota Madiun, empat kelurahan di Kecamatan Kartoharjo, diterjang banjir. Daerah terparah berada di Kelurahan, Pilangbango, Tawangrejo dan Kelun. Di daerah ini, ratusan rumah dan fasilitas umum serta ratusan hektare sawah terendam.

Dari keempat kelurahan tersebut, Kelurahan Kelun merupakan wilayah yang paling parah. Sedikitnya, 500 rumah terendam air antara 20 sampai 50 centimeter. Bahkan, di beberapa lokasi, genangannya setinggi satu meter. "Ini yang terparah dalam kurun waktu satu tahun terakhir," kata seorang warga setempat kepada koran ini, kemarin.

Kondisi ini juga dibenarkan Kepala Kelurahan Kelun Sutoyo Irianto. Menurutnya, banjir seperti ini memang terjadi hampir setiap tahun. Dia menyebutkan, antara bulan Januari-Maret 2006 lalu juga terjadi banjir sebanyak empat kali. "Namun tidak separah sekarang ini. Dulu kedalamannya paling hanya sampai 20 centimeter saja," ungkapnya.

Dia mengilustrasikan, tahun lalu, genangan air yang masuk ke kantor kelurahan hanya setinggi 10 centimeter. Sedangkan banjir kemarin, air yang masuk kantor kelurahan mencapai ketinggian 30 centimeter. Akibatnya, beberapa fasilitas umum di sekitar kantor kelurahan, seperti SDN Kelun, TK Kelun, Puskesmas Pembantu juga ikut tergenang. "Tidak bisa melakukan aktivitas, SD dan TK diliburkan," ujarnya.

Di wilayah Kelun, 9 RT dari 5 RW nyaris tenggelam. Masing-masing 5 RT di RW 5, sedangkan di RW 2, 3, 4, dan 6, masing-masing dua RT terendam air. Sejumlah warga mengungkapkan, air mulai naik dan menggenangi perumahan sejak sekitar pukul 03.00 dini hari. "Kira-kira justru setelah hujan mulai reda, air mulai meninggi," tutur sejumlah warga.

Sementara di Kelurahan Tawangrejo, kondisinya nyaris sama. SDN 02 Tawangrejo yang berada persis di sebelah utara kantor kelurahan setempat, juga terpaksa memulangkan para muridnya. Menurut kepala sekolahnya, Sri Suyati, para murid sempat datang ke sekolah. "Namun, karena ruang kelas tergenang, terpaksa kami dipulangkan," jelasnya.

Sedangkan warga Perumahan Rejomulyo Permai, Kelurahan Rejomulyo, seharian kemarin juga harus bersih-bersih rumahnya akibat tergenang banjir. Bahkan, akibat air yang meluap hingga di jalan, jalur Rejomulyo-Buk Malang (Pilangbango) sempat terputus. Sementara wilayah pemukiman di Pilangbango boleh dibilang paling ringan dari banjir ini.

Areal persawahannya di empat kelurahan tersebut juga banyak yang tergenang. Beruntung, hampir semua lahan padi di wilayah tersebut sudah dipanen. "Untungnya sudah panen. Seandainya belum, tidak tahu berapa kerugian yang harus kami derita," ujar Suryono, seorang petani di Tawangrejo.

Camat Kartoharjo, Sudandi, juga mengungkapkan minimnya kerugian akibat banjir ini. Dikatakan, memang ada sekitar lima hektare sawah yang belum panen terendam air. Namun, begitu air mulai surut, ternyata kerusakannya tidak terlalu parah.

"Dari pantauan kami, air yang masuk ke pemukiman terlihat surut menjelang pukul dua siang kemarin. Hanya genangan di jalan yang masih terlihat. Itu pun tidak terlalu dalam," terang Sudandi.

Ditanya solusi terbaik untuk mengatasi banjir yang selalu terjadi setiap musim penghujan tersebut, Sudandi mengatakan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurutnya, untuk mengatasinya perlu koordinasi antar-daerah, yakni antara Pemkot dan Pemkab Madiun. "Sebenarnya, wilayah kita hanya dilewati sungai Piring dan Sono dari wilayah Kabupaten Madiun," ungkapnya.

Banjir Juga Terjang Tiga Kecamatan di Madiun
Banjir juga menerjang tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Madiun. Yaitu: Kecamatan Madiun, Wungu dan Balerejo. Di Balerejo, 9 desa atau separo wilayah tersebut dilanda banjir.

Akibat terendam banjir, tanaman padi siap panen di beberapa wilayah dipastikan rusak. Selain itu, padi yang sudah dipetik banyak yang hanyut terbawa air lantaran ditinggal pemiliknya di lahan sawah.

"Rencananya tadi malam (Selasa, red) mau dierek (dirontokkan) tapi karena hujan tidak jadi. Sekarang malah kebanjiran," ujar Samirin, petani asal Desa Garon saat ditemui koran ini di areal persawahan yang terendam.

Selain sawah, di wilayah Balerejo banyak rumah penduduk setempat yang terendam air. Seperti yang dialami warga yang tinggal di Desa Babadan Lor, Garon, Warurejo, Gading dan Jerukgulung. Di desa tersebut ketinggian air mencapai 1 meter lebih sehingga banyak akses jalan desa yang tertutup. Warga yang ingin masuk atau keluar desa terpaksa berjalan kaki karena kendaraan tidak bisa masuk.

Menurut keterangan warga, saat hujan deras turun Selasa malam belum terjadi genangan air. Luapan air diketahui terjadi waktu subuh sekitar pukul 04.30. Semula ketinggian air hanya sebatas mata kaki. Tetapi dalam hitungan jam air semakin meninggi. Bahkan, Kali Jerohan yang melewat sebagian besar wilayah Kecamatan Balerejo, meluap.

Warga yang berharap air segera surut harus menelan kekecewaan. Pasalnya, semakin siang volume air semakin bertambah. Saat petang, areal sawah di Balarejo sepanjang jalur Madiun-Surabaya berubah jadi lautan. Padahal, pagi harinya, pucuk tanaman padi yang terendam air masih terlihat. Sedangkan desa-desa yang berada di lokasi langganan banjir air yang merendam rumah warga juga semakin tinggi. "Sekarang ini malah sudah mencapai dada," kata Winulyo, warga Dusun Kasreman Desa Balerejo saat ditemui koran ini pada pukul 14.00.

Banjir yang menggenang di Kasreman, lanjutnya diprediksikan akan lama surut lantaran air tidak bisa masuk ke Sungai Uluh yang berdekatan dengan dusun tersebut. Ini karena aliran air terhalang bangunan talud yang sedianya dibangun untuk mencegah luapan air Sungai Uluh. "Pintu airnya hanya satu itu saja ukuran kecil. Kalau airnya banyak seperti ini tidak bisa mengalir ke sungai. Kami sudah usul agar dibuat beberapa pintu air lagi supaya kalau banjir bisa dibuka," ujarnya.

Hal serupa terjadi di wilayah Kecamatan Wungu dan Madiun. Di Wungu tepatnya di Desa Tempursari berbatasan dengan wilayah Kota Madiun terendam air. Dilaporkan sebanyak 200 rumah dan 75 hektar lahan terendam banjir. Sedangkan di wilayah Kecamatan Madiun area sawah yang terendam air tercatat 87,5 hektar di 9 desa. Sedangkan rumah yang terendam sebanyak 74 rumah di Desa Sendangrejo dan Sumberejo.

Meski beberapa desa terendam air cukup tinggi, belum terlihat ada warga yang mengungsi. Warga terutama perempuan dan anak-anak memilih tetap tinggal di rumahnya masing-masing. "Sementara ini belum ada evakuasi. Tapi kalau kondisi membahayakan warga harus diselamatkan," ujar Sumarto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) usai melakukan pemantauan di lokasi banjir bersama dengan Wakil Bupati Madiun H Muhtarom, petang kemarin.

Untuk memantau perkembangan banjir, Satkorlak Bencana Kabupaten Madiun mendirikan posko di Kantor Desa Garon. Di posko ini disediakan fasilitas dapur umum dan pelayanan kesehatan. Serta tim SAR yang dilengkapi peralatan penyelamat untuk mengantisipasi kondisi darurat. "Warga yang terisolir karena akses jalan tertutup disuplai makanan dari dari dapur umum. Karena mereka tidak bisa kemana-mana," jelasnya.

Diakui, untuk membantu mobilitas warga yang rumahnya terendam banjir Satkorlak tidak memiliki perahu karet yang cukup. Saat ini hanya ada 1 unit perahu karet untuk membantu tugas Tim SAR air. Ditambah 2 unit lagi pinjaman dari Kesatuan Brimob Polri Madiun. "Karena jumlahnya terbatas perahu karet hanya digunakan untuk situasi darurat. Untuk warga dibuatkan beberapa rakit dari drum yang pembuatannya dibiayai pemkab," tandasnya.
(sad/yup)

13 March 2007

Waspada Badai George

Mlebu Neng: Kabeh

Minggu, 11 Mar 2007
Madiun Waspada Badai George

Pilangkenceng, Saradan, Wungu dan Gemarang Dinilai Paling Rawan
MADIUN — Terjangan angin puting beliung di wilayah Kabupaten Magetan dan Ponorogo, tak urung menimbulkan kekhawatiran wilayah tetangganya. Saat ini, Satkorlak Bencana Alam Pemkab Madiun tengah bersiap melakukan antisipasi terjadinya fenomena alam serupa di wilayahnya.
Sak teruse…

3 March 2007

Waduk-Waduk di Madiun Sekitarnya

Mlebu Neng: Kabeh
Waduk-waduk di Madiun dan sekitar ini selain untuk menampung air hujan juga di manfaatkan sebagai tempat wisata anak-anak ABG disekitar waduk tersebut. Hehheh siapa yang pernah kesalah satu waduk tesebut emoticon.
Ini ada warta mengenai waduk di Madiun dan sekitarnya. Ini gambar Hutan saradan yang di belakangnya ada waduk saradan.
 
Sak teruse…

15 December 2006

Wisuda Sang Senapati

Mlebu Neng: Kabeh

Senin, 11 Des 2006
Kiki Deklarasikan "Republik Damai"

MADIUN - Niatan Hermawan "Kiki" Sulistyo maju dalam bursa kandidat bakal calon Gubernur (bacalgub) Jawa Timur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2008 mendatang tidak setengah hati. Buktinya, kemarin, dideklarasikan "Republik Damai", salah satu moto penarik simpati kubu Kiki dalam panggung demokrasi Pilgub Jatim mendatang.

"Ini hanya deklarasi motto. Republik Damai itu kita artikan anti-kekerasan, anti-kebencian SARA, dan menolak diskriminasi," terang Yayat HS, koordinator tim sukses Kiki wilayah Madiun dan sekitarnya, kemarin.
Sak teruse…

28 November 2006

Masalah UKM

Mlebu Neng: Kabeh

Radar Madiun
Sabtu, 25 Nov 2006
UMK Kota Madiun Kalah dengan Magetan

MADIUN - Meski usulan Upah Minumum Kota (UMK) untuk Kota Madiun tahun 2007 mendatang kenaikannya cukup tinggi, tetapi ternyata masih kalah dengan Kabupaten Magetan. Kota Madiun, hanya menduduki peringkat kedua setelah Magetan, jika dibandingkan dengan daerah lain se Eks Karesidenan Madiun. Kota Madiun, untuk tahun 2007 UMK diusulkan naik menjadi Rp 464.750, sedangkan Magetan mencapai Rp 596.000. Disusul Kabupaten Ngawi Rp 460.000 dan Madiun, Pacitan, Ponorogo sebesar Rp 450.000/bulan.

Sak teruse…

Foto Halal Bi Halal Exs Karisidenan Madiun

Mlebu Neng: Kabeh

Sak teruse…

22 November 2006

Undangan Halal bihalal 2

Mlebu Neng: Kabeh


 

 

 

 

 

Seperti sebelumnya yang sudah saya posting di Undangan Halal Bi Halal Postingan ini akan melanjutkan undangan yang sebelumnya. Saya akan upload sesuai undangan yang telah di kirim P’ Freddy AR (milis MC).
Sak teruse…

10 November 2006

Undangan Halal Bi Halal

Mlebu Neng: Kabeh


UNDANGAN

Mohon hadir dan ramaikan Reuni & Halal Bihalal Masyarakat
Ngawi, Madiun, Ponorogo, Magetan & Pacitan se Jabodetabek
Tempat : Gd. Pewayangan TMII,
Hari : Jum’at
Tanggal : 24/11/06
Jam : 17.00 – 03.00
Hiburan : Reog, Campur sari, kesenian dan makanan daerah.
Teruskan Informasi ini lewat media apapun, SMS, Chat, dan Email ke sedulur2 se - daerah sebagai undangan.
PIC : Pak Lilo : 081310231917 ( Sek. Ngawitani )

 Salam Administrator

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft