Waspada Badai George
Minggu, 11 Mar 2007
Madiun Waspada Badai George
Pilangkenceng, Saradan, Wungu dan Gemarang Dinilai Paling Rawan
MADIUN — Terjangan angin puting beliung di wilayah Kabupaten Magetan dan Ponorogo, tak urung menimbulkan kekhawatiran wilayah tetangganya. Saat ini, Satkorlak Bencana Alam Pemkab Madiun tengah bersiap melakukan antisipasi terjadinya fenomena alam serupa di wilayahnya.
"Malam ini (kemarin, red) saya akan koordinasi dengn camat untuk mengantisipasi terjadinya bencana," ujar Sumarto, Sekretaris Satkorlak Bencana yang juga Kepala Badan Kesetuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat kepada koran ini kemarin.
Langkah antisipasi ini dilakukan, setelah melihat hasil prediksi cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya. Disebutkan, Madiun bersama sejumlah daerah lain di wilayah Jawa Timur (Jatim) Bagian Tengah seperti Ngawi, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Kediri, Jombang dan Mojokerto berpeluang terjadi hujan disertai angin kencang dan petir.
Kondisi serupa hampir dialami oleh seluruh daerah di Jatim. Ini disebabkan pengaruh tekanan rendah Siklon Tropis George di selatan Nusa Tenggara Timur atau daerah barat laut Australia. Pengaruh ini berakibat keadaan cuaca di Jatim umumnya berawan dan peluang hujan diperkirakan terjadi pada siang/sore/malam hari dengan intensitas ringan lebat disertai angin kencang dan petir.
BMG juga menyebut angin umumnya berasal dari arah barat laut - barat daya dengan kecepatan hingga 65 km/jam. Sedangkan suhu udara berkisar antara 18-33 dearajat Celsius. "Berdasar prakiraan BMG ini, wilayah Madiun perlu untuk waspada. Khususnya darah-daerah yang sebelumnya pernah kena angin puyuh," jelas Sumarto.
Berdasar peta daerah rawan bencana, ada empat wilayah kecamatan yang rawan terjadi angin puyuh. Yaitu: Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Wungu dan Gemarang. Namun, tidak menutup kemungkinan daerah lain juga rawan. "Yang jelas seluruh wilayah harus waspada bencana selama musim penghujan ini," tambahnya.
Diakui langkah antisipasi yang bisa dilakukan terakit dengan bencana angin puyuh, lebih pada penyelamatan nyawa warga. Karena bencana yang satu ini sangat sulit untuk dicegah lantaran disebabkan pengaruh iklim dan cuaca. "Kalau mencegah jelas sulit karena munculnya angin sulit diduga. Jadi antisipasi lebih pada upaya penyelamatan nyawa," katanya.
Disarankan warga waspada jika di daerah yang ditinggalinya terjadi awan hitam tebal disertai dengan angin yang bertiup kencang dan hujan deras. Jika ada tanda-tanda angin kencang bertiup dalam batas yang dirasa tidak wajar segera saja menyelamatkan diri keluar rumah. "Terutama warga yang rumahnya masih berkonstruksi tradisional tanpa pondasi harus lebih waspada," ujar Sumarto.
Meski sempat terjadi hujan lebat disertai angin pada hari Rabu pagi lalu, belum ada laporan terjadinya kerusakan rumah warga di wilayah Kabupaten Madiun. Angin menyebabkan tanaman padi siap panen di beberapa wilayah ambruk dan terpaksa harus dipanen lebih dahulu. "Semoga saja tidak terjadi bencana alam yang tidak kita kehendaki," tandasnya. (yup)
/10 rang Google
