Angin Puting Beliung
Sabtu, 10 Mar 2007
Magetan Diamuk Angin Puyuh Lagi
MAGETAN - Angin puting beliung akibat pengaruh tekanan rendah Siklon Tropis George di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) atau daerah barat laut Australia, tampaknya masih terus mengancam wilayah Magetan, terutama kawasan Panekan. Buktinya, dalam tiga hari berturut-turut terus memakan korban.
Kemarin malam sekitar pukul 02.00, badai George kembali mengamuk. Akibatnya, satu bangunan kandang ayam milik Widodo rusak parah. Selain itu, puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan. Terutama bagian genting. "Dalam dua hari ini, angin kencangnya pada tengah malam," terang Widodo kemarin.
Kali ini, angin masih mengamuk di Dusun Ngerang, Desa Sukowidi. Tidak hanya itu, angin juga mengamuk di Dusun Banteran dan Dusun Mategal Desa Tapak. Tercatat 19 rumah warga mengalami rusak di bagian atapnya. Sebagian genting rumah warga berhamburan terbwa angin. "Untungnya, angin tidak disertai hujan deras, hanya gerimis. Jadi tidak terlalu berbahaya," ujarnya.
Tidak hanya itu, angin juga merobohkan ratusan pepohonan warga. Tercatat, 100 pohon cengkih warga di tiga dusun tumbang, 50 pohon maoni, dan ratusan pohon perdu lainnya. Kerugian akibat terjangan angin semalam mencapai Rp 30 juta. "Angin beriupnya masih seperti dua hari yang lalu, yakni dari arah barat dan berputar-putar," katanya.
Kini, warga terus dibayangi rasa waswas akibat angin yang tak kunjung reda. Bahkan, kini angin sering disertai guyuran hujan. Khususnya pada dini hari dan menjelang pagi. Untuk itu, warga mengaku selalu waspada dengan menggelar ronda malam. "Kita menugaskan semua kepala dusun dan dibantu warga untuk terus berjaga-jaga, mengantisipasi semua kemungkinan terjadi," kata Sumarno, Kepala Desa Sukowidi.
Selama tiga hari diterjang angin puting beliung, tercatat tiga rumah warga roboh, 59 rumah rusak, satu kandang ayam rusak, dan ratusan pohon tumbang. Kerugian akibat bencana itu mencapai Rp 150 juta. "Karena rata-rata kerusakannya ringan, maka warga secara swadaya dan gotong royong berusah untuk memperbaiki rumahnya," kata Sumarno.
Sementara, dari pantauan koran ini, angin kencang masih terjadi hampir di seluruh Magetan. Hanya saja, ada beberapa wilayah yang rawan terkena bencana angin puting beliung ini. Yakni, Kecamatan Panekan, Plaosan, Poncol, dan Sukomoro. Pasalnya, dalam dua tahun belakangan, keempat wilayah itulah yang selalu jadi langganan. (dhy)
/10 rang Google
