Community of Kodya Madiun :: Sindikat Curat di Ngawi yang Berhasil Dibongkar Polisi : : February : : 2007

Community of Kodya Madiun

12 February 2007

Sindikat Curat di Ngawi yang Berhasil Dibongkar Polisi

Mlebu Neng: Ngawi
RADAR MADIUN
Senin, 12 Feb 2007 Sabtu, 10 Feb 2007
 
Sindikat Curat di Ngawi yang Berhasil Dibongkar Polisi
Tak Segan Jarah Habis Harta Korbannya, Diyakini Miliki Jaringan di Sejumlah Daerah Tertangkapnya sembilan pelaku yang merupakan sindikat pencurian dengan pemberatan (curat) melegakan warga Ngawi. Maklum selama ini, aksi mereka cukup meresahkan. Dari sembilan pelaku tersebut, dua di antaranya memiliki peran penting setiap sindikat itu beraksi. Mereka adalah Spr dan Prl. Bagaimana sepak terjangnya hingga akhirnya berhasil diringkus polisi?
 
Kundari Pri Susanti, Ngawi

Tujuh tersangka menunggu untuk dikeler petugas Polres Ngawi menunjukkan bukti kejahatan mereka. Namun salah satu petugas berteriak bahwa masih ada dua tersangka yang belum diambil dari tahanan. Sejurus kemudian, Prl dan Spr datang dengan tangan terborgol. Baju warna biru tua dengan tulisan tahanan Polres Ngawi tampak membalut tubuh keduanya yang kekar. Tampang Spr memang tampak sangar. Dengan kumis melintang, badan gempal dan tatapan tajam dia berada di baris kedua setelah Prl yang berdiri paling depan. Yang disebut terakhir ini berkulit putih dan penampilannya tenang. Tak terkesan wajah seorang residivis yang pernah menghuni penjara dan kini dituduh menjadi otak puluhan kasus pencurian berat (curat). Pada satu pertemuan dengan wartawan, Prl mengaku hasil kejahatannya sudah habis dipakai untuk foya-foya. Tampaknya dia sendiri sudah tak mampu menghitung berapa kali menggagas dan melakukan aksi pencurian yang membuat warga Ngawi tak bisa tidur nyenyak lebih dari setahun itu. "Sudah banyak, hasilnya ya buat sendiri sama kawan-kawan untuk makan," katanya. Kalangan pegawai lingkup Pemkab Ngawi sudah tak asing dengan Prl karena dulu dia juga PNS. Sanksi pemecatan sekitar tahun 2005 terpaksa diberikan setelah banyaknya laporan masuk bahwa warga Kendal ini sering menipu koleganya sesama pegawai, bahkan kasusnya sudah ditangani polisi dan divonis pidana, serta dipecat sebagai PNS. Modus Prl menjanjikan jadi pegawai dengan membayar sejumlah uang. Meski tak lagi menjadi PNS, namun, hal itu tak membuat tabiat buruknya sembuh. Bahkan berkomplot dengan Kasun Kawu, Kecamatan Kedunggalar bernama Spr, ia malang melintang di dunia hitam. Nama Prl ternyata makin dikenal di dunia hitam sekeluarnya dari penjara. Ini terbukti dengan kerjasama yang dibangunnya bersama Kasun Kawu, Kedunggalar berinisial Spr. Mereka mengembangkan jaringan pencurian yang tak segan menjarah habis harta korbannya. Jaringan yang dikembangkan ke timur sampai Kediri dan untuk ini Prl cukup menguasai. Sedangkan jaringan ke arah barat oleh Spr meliputi Sragen sampai Rembang. Tak mengherankan bila ada dua tersangka merupakan warga Kediri. Tugas Spr dan Prl mulai dari menggambar sasaran, mencari ekskeutor sampai mengkoordinir aksi. Sindikat ini diyakini masih memiliki jaringan hingga ke banyak daerah. Polres bahkan mengidentifikasi sedikitnya ada 10 nama yang harus diburu. Kejamnya komplotan Prl dan Spr ini tak pandang bulu pada korbannya. Bahkan, pencurian yang mereka lakukan salah satunya di rumah Dadang yang merupakan PNS Ngawi dan tentu saja Prl pernah mengenalnya. Di rumah Dadang di Karangasri, Prl dan komplotan pada 29 Desember 2006 berhasil membuat korban merugi sekitar Rp 26 juta. Bahkan komplotan ini bisa cukup sabar bila dianggap hasilnya setara. Misalnya saja saat menguras sarang burung walet. Menurut Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Wayan Murtika, setidaknya ada dua sarang walet yang pernah dijarah, yakni di Sooko Kedunggalar dan di wilayah kota Ngawi dengan pelaku empat orang atau lebih dan tugasnya sudah diatur. "Ada yang melumpuhkan penjaga, karena mengambil sarang butuh waktu lebih sehari ada yang bertugas mengirim logistik," katanya. Dalam sindikatnya, Prl dan Spr ternyata sangat disegani. Walaupun mereka tak mengotaki, namun bila anggota komplotan memiliki gagasan atau akan beroperasi, mereka berdua selalu diberitahu. "Seperti ada kewajiban untuk pamit pad Spr maupun Prl," ungkap Wayan. Namun, komplotan Prl dan Spr pernah pula kecele. Ini saat mereka mengambil brankas dari Koperasi Teguhan, Paron dan Kantor Cabang Dindik Jogorogo. Dalam interogasi petugas, mereka mengaku tak mendapat hasil sebab brankas kosong. "Brankas akhirnya dikubur di belakang rumah Wrs, salah satu pelaku dan satunya dibuang namun berhasil kami temukan," kata Wayan. ****

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ckm.blogsome.com/2007/02/12/sindikat-curat-di-ngawi-yang-berhasil-dibongkar-polisi-tak/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Your Ad Here

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft