NGAWI — Selama sebulan terakhir, sudah tiga kali wilayah Karangjati, Kabupaten Ngawi, diamuk angin lesus. Terjangan beruntun terjadi di Desa Jatipuro, yakni pada Jumat dan Minggu sore sekitar pukul 15.30.
Amuk angin pada hari Minggu itu, selain Jatipuro, Desa Dungmiri ikut kena amuk angin. Kejadian-kejadian puting beliung ini membuat genting rumah warga beterbangan. Musibah hari Jumat di Jatipuro menimpa warga Dusun Jati dan Dusun Treteg. Sekitar 60 rumah warga Jati gentingnya beterbangan (baca juga Kisah Dami; Janda Tiga Anak yang Kehilangan Rumah Akibat Lesus di Karangjati).
Demikian pula sekitar 75 rumah lainnya di Dusun Tretek. Tower PT PLN, gudang tembakau kosong, kantor KUD Jatipuro dan teras gedung TK setempat, gentingnya juga ikut rusak. "Belum sempat melaporkan angin lesus pada Jumat itu, hari Minggu sore sudah terkena lagi," kata Basiran, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Jatipuro, kemarin.
Aparat desa Jatipuro usai mendata kerusakan memang berencana melaporkannya pada hari Senin. Namun siapa sangka, Minggu sore kembali hujan besar-besar disertai hembusan angina yang kuat kembali menerjang. Kali ini salah satu rumah warga Jatipuro bernama Jimun, 55 tahun, dari Dusun Jati ambruk.
Walau kali ini tak banyak rumah warga ikut jadi korban namun pohon peneduh dan tanaman kebun banyak yang tumbang. Terjangan angin di Karangjati itu juga merembet ke Desa Dungmiri. Menurut warga, hujan disertai angin berasal dari arah selatan dan berputar-putar membalikkan genting serta menumbangkan pepohonan.
Di Dusun Dungmiri I, ada 3 rumah yang rusak berat. Masing-masing milik Dami, 36, Herlan, 60, dan rumah Bakri, 32. Selain itu, di dusun ini juga terdapat 32 rumah lainnya rusak ringan. Kemarin, warga setempat bergotong royong membenahi rumah yang rusak. Bantuan tenaga datang dari Koramil dan Polsek Karangjati.
Sementara hingga siang kemarin, Dinas Sosial dan pihak kecamatan baru mendata jumlah kerugian. Wabup Ngawi H. Budi Sulistiyono sekitar pukul 14.00 datang ke Dungmiri guna menyerahkan bantuan pribadi.
Sekretaris Desa Dungmiri, Suwanto menyatakan, warga yang rumahnya rusak akibat terjangan angin terpaksa menginap di rumah kerabat dan tetangga terdekat. "Kami berharap segera ada uluran bantuan meringankan beban warga," katanya. (ari)